Advertisement

Advertisement
BisnisKabar Pasar

Sambut HUT-74 RI, Pasar Sukaramai Berdandan

12 Agustus 2019, 05:02 WIB
Last Updated 2020-08-17T02:03:09Z
Advertisement
Salah seorang pekerja melakukan pengecatan tembok  Pasar Sukaramai sehingga tampak lebih bersih dan rapi.
GLOBALMEDAN.COM, Medan - Ada yang berbeda ketika mengunjungi Pasar Sukaramai Medan. Gedung pasar berlantai tiga terlihat lebih bersih dengan warna krem cerah. Sementara pegangan anak tangga di  bagian depan berwarna kuning menyala. Bau cat baru masih menyengat. Sepekan menjelang peringatan HUT-74 Kemerdekaan RI, sebagaian pekerja masih melakukan  penyempurnaan pengecatan di sana-sini.

"Kami melakukan pengecatan gedung dan penataan area pasar agar tampak lebih bersih, indah dan tertib," kata Kepala Pasar Sukaramai Muhamad Zein Nasution.

Dia menambahkan, penataan pasar dilaksanakan agar pedagang dan pelanggan lebih merasakan kenyamanan dalam bertransaksi. Dalam rangka menyemarakkan ulang tahun  kemerdekaan, pihaknya meningkatkan aksi bersih-bersih yang melibatkan seluruh staf pengelola dan mitra kerja. Selain gotong royong kebersihan, kawasan Pasar Sukaramai dihiasi  dengan umbul-umbul bernuansa merah putih.  "Kami ingin pengunjung akan senang dan berbelanja dengan rasa nyaman dan aman," katanya.

Muhamad Zein menambahkan, saat ini Pasar Sukaramai yang berlantai tiga itu, menampung lebih 600 pedagang di 233 stand dan 400 kios, mulai pedagang sembako, pakaian, aksesoris dan sayur mayur. Pasar yang dikelolanya itu melayani konsumen yang datang dari berbagai kawasan sekitarnya, diantaranya pelanggan untuk memenuhi kebutuhan  keluarga atau pelanggan yang berbelanja untuk kebutuhan dagangan mereka, seperti pengusaha warung makanan maupun pedagang keliling.

Pasar Sukaramai dilengkapi dengan area perparkiran yang memadai, kamar mandi, ruang ibadah, ruang perkantoran dan tempat pembuangan sampah yang memadai. "Sesuai arahan  pimpinan, selain melaksanakan kebersihan harian secara rutin, kita juga melakukan kegiatan gotong royong secara massal yang melibatkan unsur pengelola, mitra dan pedagang juga  masyarakat dengan sasaran yang telah ditentukan, baik fasilitas umum atau fasilitas pasar," katanya.

Menurutnya, dengan gotong royong diharapkan menumbuhkan rasa kebersamaan mengatasi persoalan dan menumbuhkan kesadaran bahwa pasar merupakan rumah publik,  khususnya bagi pedagang dan masyarakat pelanggan yang harus dijaga bersama kebersihannya. Karena itu, Muhamad Zein mengimbau, agar semua pihak berperan dalam menjaga  perilaku hidup bersih di sekitar area pasar. "Dengan menjaga kebersihan pasar, masyarakat akan merasa nyaman dan tidak enggan berbelanja ke pasar tradisional," katanya. (nas)