Advertisement

Advertisement
HeadlineNasional

Konvoi Logistik Diserang di Nduga Papua, 2 Prajurit TNI Terluka

17 Agustus 2019, 09:27 WIB
Last Updated 2020-08-17T02:02:46Z
Advertisement
Ilustrasi.

GLOBALMEDAN.COM - JAKARTA, Patroli satuan tugas (Satgas) pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) dari Yonif 751/VJS di Nduga, Papua diserang kelompok kriminal bersenjata, Jumat (16/8/2019). Dua prajurit TNI terluka dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa terjadi saat patroli TNI yang menggunakan dua kendaraan itu melintas di sekitar danau Habema menuju Mbua, Kabupaten Nduga, Papua sekitar pukul 15.30 WIT.

Dilansir Antara, Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto membenarkan pesristiwa tersebut. Menurut dia, prajurit TNI sempat terlibat baku tembak dengan KKB yang menghadangnya.

Akibat serangan itu, dua prajurit TNI terluka yakni Pratu Panji tertembak di lengan kiri dan Pratu Sirwandi tertembak di paha kiri. Keduanya sudah dievakuasi ke RSUD Wamena, Papua untuk perawatan medis. Diduga, penyerangan dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto mengatakan, penghadangan dilakukan saat konvoi dua unit kendaraan Satgas Pamrahwan Yonif 751/VJS baru saja mengantar perbekalan atau logistik dari Mbua.

Saat melintas di jalan Trans Papua KM 39 ruas Habema-Wamena, konvoi diserang dan ditembaki dari dua arah yaitu ketinggian dan lembah yang berada di kanan dan kiri jalan.

Karena posisi terjepit, 12 personel TNI segera turun dan meninggalkan kendaraan yang diserang. Aparat TNI langsung membalas tembakan. Baku tembak antara prajurit TNI dengan KKB pun tak terhindarkan.

Dua prajurit TNI terluka dalam peristiwa itu. Pratu Panji tertembak di bagian lengan kiri sedangkan Pratu Sirwandi tertembak pada paha kiri. Saat ini keduanya telah dievakuasi dan mendapat perawatan medis di RSUD Wamena, Papua.

Tingkatkan Kewaspadaan

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring telah memerintahkan seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan terutama yang tergabung dalam Satgas Pamrahwan.

Eko menyatakan, saat ini situasi di lokasi sudah kondusif. Meski begitu, TNI tetap meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi KKB memanfaatkan momentum peringatan HUT RI untuk melakukan aksi teror baik terhadap aparat keamanan maupun masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu takut karena TNI-Polri siap memberikan rasa aman," katanya. (*/liputan6)